



A.
KEADAAN PENDUDUK.
Penduduk wilayah Puskesmas Turi menurut kelompok umur menunjukkan bahwa yang berusia muda ( 0-14 th ) sebesar 11.195 yang berusia produktif ( 15-64 th ) sebesar 32.847 dan yang berusia tua ( > 65 th ) sebesar 3.850.
Jumlah penduduk laki-laki relatif seimbang dibandingkan penduduk perempuan. Sedangkan jumlah penduduk tertinggi adalah Desa Balun ( 4.344 ) jiwa dan jumlah penduduk terendah adalah Desa Bambang ( 1.259 ) jiwa. Komposisi penduduk UPT. Puskesmas Turi di rinci menurut kelompok umur dan jenis kelamin menunjukkan penduduk laki-laki maupun perempuan proporsi terbesar berada pada kelompok umur 10-44 th dan umur 5-9 th.B. KEADAAN EKONOMI
Sebagian besar penduduk wilayah UPT. Puskesmas Turi
termasuk golongan ekonomi sedang. Untuk mengetahui tingkat pendapatan masyarakat
UPT. Puskesmas Turi dapat diketahui dari pendapatan perkapita penduduk
Puskesmas Turi tahun 2012 sebesar Rp. 125.900.000,- dengan tingkat pendapatan
Rp. 35.000,- per hari. Mata pencaharian penduduk sebagian besar adalah bertani.
Pada
tahun 2012 jumlah penduduk miskin tercatat 19.763 jiwa dari total penduduk
Puskesmas Turi. Jumlah penduduk miskin terbesar adalah Desa Geger sebanyak 1.941 jiwa dan terendah
adalah Desa Bambang
sebanyak
455 jiwa.
C.
KEADAAN PENDIDIKAN.
Secara
umum tingkat pendidikan penduudk wilayah Puskesmas Turi sebagaian besar lulusan
SMU / SMK ( 50 % ), untuk lulusan SLTP / MTs ( 45 % ), sedangkan lulusan SD /
MI ( 10 % ), untuk lulusan Sarjana / S1 ( 10 % ), lulusan Pasca Sarjana / S2 ( 2
% ), buta huruf ( 0,5 % ).
D.
KEADAAN LINGKUNGAN.
1.
Rumah Sehat.
Rumah sehat adalah bangunan rumah tinggal yang
memenuhi syarat kesehatan, yaitu rumah yang memiliki jamban yang sehat, sarana
air bersih, tempat pembuangan sampah, sarana pembuangan air limbah, ventilasi
rumah yang baik, kepadatan hunian rumah
yang sesuai dan lantai rumah tidak terbuat dari tanah.
Dari kompilasi data yang dikumpulkan melalui
Bidan-bidan Desa wilayah Puskesmas Turi, maka jumlah rumah tahun 2012 sejumlah 11.692 rumah, sedangkan rumah sehat sebanyak 1.812 rumah. Penduduk yang menggunakan jamban keluarga
sebanyak 1.584 KK. Penduduk yang
menggunakan air bersih sebanyak 1.530 KK. Penduduk yang mempunyai SPAL sebanyak 1.418 KK.
2.
Tempat-tempat Umum dan Pengolahan Makanan ( TUPM ) Sehat.
Tempat-Tempat Umum ( TTU ) dan
Tempat Umum Pengelolaan Makanan (TPUM) merupakan suatu sarana yang dikunjungi
banyak orang, dan berpotensi menjadi tempat penyebaran penyakit. TUPM meliputi
hotel, restoran, pasar dan lain-lain. Sedangkan TUPM sehat adalah tempat umum
dan tempat pengelolaan makanan dan minuman yang memenuhi syarat kesehatan,
yaitu memiliki sarana air bersih, tempat pembuangan sampah, sarana pembuangan
air limbah, ventilasi yang baik, luas lantai ( luas ruangan ) yang sesuai
dengan banyaknya pengunjung dan memiliki pencahayaan ruang yang memadai.
Data yang diperoleh Puskesmas Turi
jumlah TTU : 76 buah yang diperiksa : 46 buah ( 66 % ). Dari TTU yang diperiksa
yang masuk katagori TTU sehat sebanyak 3 buah (7 % ).
Untuk TUPM yang ada di Puskesmas Turi sebanyak 70
buah, yang diperiksa 46 buah ( 66 % ). Dari 46
jenis TUPM yang diperiksa adalah 3 pasar, 9 Rumah makan dan 58 TPM lainnya.
3. Akses Terhadap Air Minum.
Sumber air minum yang digunakan rumah tangga
dibedakan menurut air kemasan, ledeng, pompa sumur terlindung, mata air tidak
terlindung, air sungai, air hujan dan lainnya. Dari jumlah keluarga yang ada
sebanyak 10.934 yang diperiksa sebanyak 1.334 sedangkan yang dapat mengakses
air bersih sebanyak 16 Keluarga.
Dengan rincaian sebagai berikut :
- Menggunakan Air Isi Ulang : 12
- Menggunakan Ledeng Ecerean : 4
4.
Sarana
Pembuangan Air Besar Pada Rumah Tangga.
Kepemilikan sarana sanitasi
dasar yang dimiliki oleh keluarga meliputi persediaan air bersih ( PAB ),
jamban, tempat sampah dan pengelolaan air limbah. Dari 10.934 KK yang ada, tidak semuanya
bisa diperiksa karena keterbatasan sumber daya yang ada. Selain itu, jumlah KK yang diperiksa berbeda
untuk setiap jenis pemeriksaan : PAB, jamban, tempat sampah atau PAL. Semestinya, pemeriksaan dilakukan satu kali untuk
semua jenis sarana sanitasi dasar.
Untuk jamban, jumlah KK
diperiksa sebanyak 10.934 dan yang memiliki sebanyak 1.584 ( 39,36 % ). Untuk tempat sampah,
jumlah KK yang diperiksa sebanyak 1.748 dan yang memiliki sebanyak 629 ( 35,98 % ), sedangkan untuk PAL,
jumlah KK yang diperiksa sebanyak 1.748 dan yang memiliki PAL sebanyak 1.418 ( 49.50 % ).
E. KEADAAN PRILAKU
MASYARAKAT.
Untuk
menggambarkan keadaan perilaku masyarakat yang berpengaruh terhadap derajat
kesehatan masyarakat, maka kami sajikan sebagai berikut :
1.
Penduduk
Yang memanfaatkan sarana kesehatan.
Penduduk yang memanfaatkan sarana kesehatan dengan rawat jalan di Puskesmas
Turi sebesar 42.098. Dan yang rawat inap sebesar 662 dari
jumlah penduduk puskesmas.
2.
Rumah Tangga Sehat.
Indikator komposit Rumah Tangga Sehat terdiri dari 10 Indikator, yaitu :
- Pertolongan persalinan
oleh nakes.
- Balita diberi ASI
eksklusif.
- Mempunyai jaminan
pemeliharaan kesehatan.
- Tidak merokok.
- Melakukan aktifitas
setiap hari.
-
Makan sayur dan buah setiap hari.
- Tersedianya akses
terhadap air bersih.
- Tersedianya jamban.
- Kesesuaian luas lantai
dengan jumlah penghuni.
-
Lantai rumah bukan dari tanah.
Untuk Puskesmas Turi jumlah rumah tangga 11.318 yang diperiksa
4.553 dan
yang sehat sebanyak 2.687 rumah.
3.
ASI Eksklusif.
Air
Susu Ibu (ASI) diyakini dan bahkan terbukti memberi manfaat bagi bayi baik dari
sisi / aspek gizi ( kolostrum yang mengdanung imunoglobin A/IgA, whei-casein,
decosahexanoic / DHA dan arachidonic /AA dengan komposisi sesuai), aspek
imunologik ( selain IgA, terdapat laktoferin, lysosim dan 3 jenis leucosit
yaitu brochus-associated lymphocyte/BALT, Gut associated lymphocyte tissue/MALT
serta faktor bifidus), aspek psikologik ( interakasi dan kasih saying antara
anak dan ibu ), aspek kecerdasan, aspek neurologik ( aktifitas menyerap ASI
bermanfaat pada koordinasi syaraf bayi ), aspek ekonomik serta aspek penundaan
kehamilan ( metode amemorea laktasi/MALT ). Selain aspek-aspek tersebut, dengan
ASI juga dapat melindungi bayi dari sindrom kematian bayi secara mendadak (
Sudden infant death syndrome / SIDS ).
Jumlah
bayi yang diberi ASI eksklusif sebesar 805
bayi dari seluruh jumlah bayi sebesar 805
bayi.
4.
Posyandu.
Dalam
rangka meningkatkan cakupan pelayanan kesehatan kepada masyarakat bebagai upaya
dilakukan dengan memanfatkan potensi dan sumberdaya yang ada di masyarakat.
Posyandu merupakan salah satu bentuk Upaya Kesehatan Bersumberdaya Manusia (
UKBM ) yang paling dikenal oleh masyarakat, posyandu menyelenggarakan minimal 5
program prioritas. Posyandu dikelompokkan menjadi 4 strata.
- Posyandu Pratama.
- Posyandu Madya
- Posyandu Purnama
- Posyandu Mandiri.
Di Puskesmas Turi
mempunyai 60
posyandu yang terdiri dari Posyandu Madya 5,
Posyandu Purnama 40 dan Mandiri 15.
5.
Pembiyaan Kesehatan Oleh
Masyarakat.
Dalam
rangka meningkatkan kepesertaan masyarakat dalam pembiayaan kesehatan, sejak
lama dikembangkan berbagai cara untuk memberikan jaminan kesehatan bagi
masyarakat. Pada saat ini berkembang berbagai cara pembiayaan kesehatan pra
upaya, yaitu ASKES dan ASKESKIN. Untuk Puskesmas Turi jumlah ASKES sebanyak 1.198 dan ASKESKIN sebanyak 18.516.
Blognya sangat bagus templatenya, cuman begitu di klik kok ndak bisa ya navigasinya... salam kenal dari pkmbrondong,,, boleh tukar linknya dong, pkmbrondongnew.blogspot.com
BalasHapussalam admin pkmbrondong
Trima kasih, blog pean juga bagus, ini inknya TURI http://puskesmasturi.blogspot.com/
Hapusbisakah membuat kesepakatan MoU dengan lembaga pendidikan?
BalasHapus